Intip Spek dan Harga Lamborghini yang Masuk Kampung di Lamongan

Viral sebuah Lamborghini lewat di jalan kampung di Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Lamongan, Jawa Timur. Suara menderu dari supercar berwarna orange itu mencuri perhatian warga sekitar. Jenis Lamborghini apa dan bagaimana spesifikasinya?

Diketahui Lamborghini tersebut merupakan milik Syaiful (43), warga desa yang sukses merantau. Menilik laman informasi pajak kendaraan bermotor (PKB) mobil tersebut merupakan Lamborghini Aventador buatan tahun 2013 dengan nilai jual kendaraan Rp 5,1 miliar.

Lamborghini Aventador merupakan pengganti dari Lamborghini Murcielago. Mobil ini mulai diperkenalkan pada 2011 lalu di Geneva Motor Show.

Jantung pacunya itu sendiri menggendong mesin berkapasitas 6.500 cc, V12 yang mampu memuntahkan daya maksimum 700 tenaga kuda dan bisa topspeed 350 km/jam dan mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 3 detik.

Di sisi lain keberingasan mesin itu didukung bobot ringan untuk ukuran mobil super di kelasnya, yakni 1.575 kilogram (dry weight) dengan perbandingan weight-to-power ratio 2,25 kilogram per HP. Well, ini juga berkat body yang terbuat dari serat karbon jadi selain bobot ringan juga membuat mobil lebih kuat.

Performa itu juga didukung dengan sistem mode berkendara atau Drive Select Mode, pemiliknya bisa memilih antara Strada, Sport, atau Corsa.

Bicara soal harga, Lamborghini Aventador LP 700-4 masuk ke Indonesia pada tahun 2012 dengan angka Rp 9,7 miliar (off the road). Kini melirik beberapa situs mobil bekas mobil tersebut mulai di angka Rp 5,8 miliar untuk tahun 2012.

Diberitakan detikcom sebelumnya, viral sebuah Lamborghini masuk dan melintasi jalanan kampung di Desa Ngayung, Kecamatan Maduran, Lamongan. Saat masuk, banyak anak membuntuti mobil mewah itu. Pemilik mobil sempat berhenti dan bersalaman dengan warga.

Salah seorang warga Desa Ngayung, Hasan, mengatakan Lamborghini yang viral di media sosial tersebut milik Syaiful, warga Desa Ngayung yang sukses di rantau.

“Sebelum menjadi orang sukses, beliau dulunya membantu kedua orang tuanya berjualan pecel lele Lamongan di daerah Sentul dan berjualan kaus jersey yang ia impor dari Tiongkok sebelum memiliki empat perusahaan sepatu di Tangerang, Banten,” imbuh Hasan.

Leave a Reply

Releated